Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2015

Sepucuk Surat Untukmu

Malam mulai larut,
bayang semu melengkapi lamunanku malam ini.
Tak ada lagi rasa yang mampu ku pendam.
Tak ada lagi kata yang mampu ku tanam.

Pikirku, semua tentang kamu.
Tentang rasa yang selama ini ku pendam dalam memori waktu.
Aku tak tahu betapa peliknya hidup ini,
betapa rumitnya kenyataan ini.

Aku tak paham.
Aku tak mengerti kenapa engkau dihadirkan untukku.
Kenapa harus engkau yang dipaksa untuk mengenalku.

Padahal,
sekalipun aku tak pernah menyebut namamu dalam doaku.

Lantas, kenapa engkau datang??

Aku tak berani.
Bukan kuasaku untuk menyebutmu sebagai jodoh yang dikirimkan untukku.

Tapi,
Kini aku mulai sadar.
Sadar akan rasa yang sebenarnya telah lama aku kenal.

Ketika kau jauh, hati ini menjerit.
Ketika kau acuh, diri ini menangis.

Tak ada lagi kata yang pantas.
Kau mutiara relung hatiku.

Rasanya, aku tak sabar menunggu saat itu.
Saat ketika aku meminta pada orang tuamu.
Saat ketika aku merebutmu dari pelukan ayahmu.

Aku tak tahu betapa hancurnya perasaan ayah dan ibumu saat itu.
Putri yang susah payah mereka besarkan harus ku ambil begitu saja.

Tapi satu janji yang akan ku katakan pada mereka.

"Pak, Buk, aku akan menjaga putrimu sebagaimana kau pertaruhkan nyawamu untuknya."

Semoga kata itu sedikit melegakan hati mereka yang kian sesak mendengarkan permintaanku.

Aku harap kamu bisa menerimaku apa adanya.

Dan,
Menjadi ibu dari anak-anakku.

                   ***

Sabtu, 08 Februari 2014

“Rintik Hujan Pertemukan Jodohku”



Detik demi detik berlalu. Tetes embun berjatuhan diantara dedaunan. Kicauan burung bersautan melengkapi sejuknya udara pagi ini. Terdengar suara kendaraan mulai perlihatkan aktivitas sibuk Jakarta. Satu per satu orang mulai terbangun dari tidurnya. Begitu halnya dengan Nayla. Gadis cantik ini terbangun dari tidurnya dengan penuh semangat. Pantas saja, kuliah perdananya tingkat 3 di STIS akan dimulai hari ini. STIS merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) yang ada di Indonesia. Di semester 5 ini, ia memulainya penuh semangat sebagaimana seperti semester sebelumnya yang juga telah ia lalui dengan penuh semangat.
 “Tengg..teengg..teengg..” terdengar suara jam dinding kamar Nayla menunjukkan pukul 7 pagi. Ia pun bergegas berdandan rapi dan bersiap untuk hari pertamanya masuk kuliah ditingkat 3. Dengan cepat ia pun berjalan menuju kampusnya penuh semangat.
“Kreeeekkk” Nayla pun membuka pintu kelas barunya. Terlihat teman-temannya sudah bersiap ditempat duduknya masing-masing. Sementara cowok-cowok di kelas barunya terpesona melihatnya masuk ke kelas. Nayla adalah salah satu cewek yang cantik di kampusnya. Kulit putih, rambut panjang, mata lebar, dan bibirnya yang tipis sering kali membuat cowok yang melihatnya tak kuasa mengalihkan pandangannya. Tapi ia tak pernah menghiraukan hal itu. Karena selama ini ia hanya fokus kuliah, kuliah dan kuliah. Ia pun mencari tempat duduk yang kosong dan segera bersiap untuk mengikuti kuliah perdana tingkat 3. Ketika ia mulai mengeluarkan buku dari dalam tasnya, ia sekilas melihat seorang cowok namanya Sandy, yang sedang duduk di sebelahnya terlihat sangat sibuk dengan gadget nya. Ia pun segera mengembalikan pandangannya pada cowok tersebut.
“Ni cowok cuek banget sih, gak nglirik aku sedikitpun” pikir Nayla dalam hati. Ia mulai penasaran dengan Sandy yang punya sifat berbeda dengan teman cowoknya yang lain. Sandy adalah cowok tinggi, ganteng, yang gak banyak bicara, dan tiap kali ia bicara sering kali bikin cewek-cewek yang mendengarnya klepek-klepek dibuatnya. Namun Nayla pun memutuskan untuk menghentikan rasa penasarannya terhadap Sandy. Sepanjang kuliah mereka tak saling bicara. Sandy tak pernah mengajak Nayla bicara, begitu juga Nayla yang enggan untuk memulai pembicaraan dengan Sandy.
“Baik, kuliah hari ini kita cukupkan sampai disini dulu yaa..” dosen pun mengakhiri kuliah perdananya. Mahasiswa mulai berhamburan keluar dari kelas. Namun terlihat cuaca di luar tenyata sedang hujan deras, mereka yang bawa payung satu per satu mengeluarkan payungnya dan segera pulang ke kosan masing-masing.
“Ahh! Pake acara lupa bawa payung segala lagi!” keluh Nayla sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Setelah ia buka wajahnya, ia terkejut di atas kepalanya sudah ada payung yang memayunginya.
“Mau bareng gak?” ajak Sandy sambil memegang payung.
“B..bb..boleh” jawab Nayla dengan gugup. Nayla sangat kaget dengan ajakan Sandy yang secara tiba-tiba. Sandy yang selama kuliah berlangsung gak pernah ajak dia bicara, sekarang tiba-tiba dia memayunginya dan mengajak pulang bareng bersamanya. Sepanjang perjalanan Nayla masih gak cukup percaya, ia berjalan dengan sedikit melamun sambil berusaha menyadari bahwa Sandy telah membuat dirinya semakin penasaran.
“Tiiiinn...tiiiinn...tiiiiinnn...” bunyi suara klakson mobil menyadarkan lamunan Nayla. Bergegas Sandy memegang tangan Nayla dan mengajaknya lari.
“Ayo Nay..lariii, cepeettt!!” teriak Sandy sambil berlari. Saat itu kebetulan mereka sedang menyebrang jalan raya saat lampu merah sudah mulai berganti hijau. Puluhan kendaraan membunyikan klakson supaya mereka jalan lebih cepat. Sesampai diseberang jalan, perlahan mereka menghentikan lari dan melanjutkannya dengan jalan lebih pelan.
“Eh, maaf.” kata Sandy sambil melepaskan tangannya dari tangan Nayla. Mereka gak sadar kalau ternyata Sandy masih memegang tangan Nayla hingga di seberang jalan.
“Iya, gak papa kok” jawab Nayla dengan malu. Pipinya pun mulai memerah. Senyum yang indah mulai mengembang seperti sekuntum bunga yang mekar di pagi hari. Semenjak saat itu, mereka pun mulai salah tingkah dan keduanya saling diam sampai di kosan Nayla.
“Emm..Sandy, makasih ya udah mau nganterin?” ucap Nayla sambil buru-buru ingin segera menutup kembali pintu pagar kost nya.
“Iya Nay, sama-sama” jawab Sandy canggung. Sandy pun segera meninggalkan kost Nayla dengan pikiran yang terus menerus kebayang manisnya senyuman Nayla. Begitupun Nayla, sesampai di kamar ia istirahat sambil berbaring di ranjang tempat tidurnya. Pikirannya pun tak bisa pergi dari bayangan Sandy. Tatapan mata Sandy terasa sangat menyejukkan hati Nayla.
“Oh God, perasaan apa ini?” ucap Nayla bertanya-tanya dalam hatinya. Ia tak pernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya. Jangankan merasakan, sempat terpikir dibenaknya saja belum pernah ia alami.
“Brrrrtttt...brrrtttt..” handphone Nayla bergetar. Bergegas ia mengambilnya dari atas meja belajarnya. Dilihat ada pesan baru masuk dari nomer baru yang belum tersimpan di kontaknya. Ia pun segera membuka dan lekas membacanya.
“Hai Nay, ini aku Sandy. Aku dapet nomer HP kamu dari temenku. Oya, maaf ya buat tadi, aku lancang banget udah pegang tangan kamu” ucap Sandy lewat SMS. Tak pikir panjang-panjang Nayla pun langsung membalasnya.
“Oh Sandy? Iya San, gak papa kok. Udah gak usah dipikirin. Toh kamu juga gak sengaja kan? Hehe” jawab Nayla.
“Emm..yaudah deh. Oya, ini nomerku. Jangan lupa disave ya? Hehe”
“Okee” balas Nayla singkat. Sejak saat itu Nayla semakin penasaran dengan cowok satu ini. Malam harinya ia pergi ke kamar Keke yang berada tepat disebelah kamarnya. Keke adalah mahasiswi STIS seangkatan dengan Nayla. Ia merupakan satu-satunya temen kost Nayla yang selalu curhat-curhatan diantara keduanya.
“Keke, kamu kenal sama yang namanya Sandy gak?” tanya Nayla penasaran.
“Oh, Sandy? Iya lah, cewek mana juga yang gak kenal sama dia?” jawab Keke.
“Oh iya?? Dia orangnya gimana sih?” tanya Nayla semakin penasaran.
“Ya gitu lah. Cool, ganteng, kereeenn. Wah pokonya aku mau banget lah kalo jadi cewek dia. Hihihi” jawab Keke senyum-senyum sambil bayangin wajah Sandy.
“Eh eh, tumben kamu nanyain cowok. Kamu suka??” tambah Keke balik penasaran. Pipi Nayla pun mulai nampak memerah.
“Emmm...ah dasar kepo! Hahaha” jawab Nayla sambil lari ke kamarnya. Tingkah laku Nayla membuat Keke pun hampir tak percaya. Setau dia Nayla belum pernah yang namanya suka sama cowok. Sekarang dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau dunia memang sudah terbalik. Nayla si cewek rajin jatuh cinta dengan seorang cowok yang baru ia kenal. Sejak saat itu, Nayla semakin penasaran dengan Sandy. Ia mulai merasakan sesuatu yang seumur hidup belum pernah ia alami.
“Oh God, apakah ini yang namanya jatuh cinta??” tanya Nayla dalam hati. Ia pun sebenarnya masih tak percaya dengan apa yang sedang ia rasakan.

Selasa, 12 Maret 2013

Bahagia itu sederhana ( KAU + AKU = KUA )



Bicara soal hidup mungkin gak bakal ada habisnya.
Hidup bagai sebuah obat nyamuk yang dibakar dan berjalan habis melingkar menuju sebuah titik. Berawal dari ujung yang jelas, dan memiliki ujung akhir yang jelas pula. Namun dalam berjalannya api menuju ujung akhir itu, tentu ada sebuah takdir yang tak seorangpun tau. Dimana takdir dapat menghentikan laju api kapan pun ia mau, kapan pun ia suka, sebelum sampai diujung akhir yang dituju.

Tidak sedikit dari kita mempunyai cita cita yang jelas. Punya angan yang indah, meskipun sangat sederhana. Namun kita sama tau, untuk mencapainya tak semudah membalikkan telapak tangan. Dimana kita bisa melakukannya secepat kedipan mata.
Dan  satu hal yang tentu kita juga sama tau, bahwa dalam hidup ini terdapat ruang yang sangat luas, dimana ada suka, duka, kecewa, benci, bangga, bahagia, ataupun merana. Semua seperti berada dalam satu wadah, dalam ruang yang sama, dan dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu yang jelas. Oleh karenanya, kita perlu belajar bagaimana menata sikap, bagaimana supaya kita tidak salah dalam menyikapinya ketika satu diantaranya terjadi pada diri kita.

Jika dihitung berapa lama aku hidup di dunia ini seharusnya waktu itu sudah lebih dari cukup untuk ku memahami pahit manisnya kehidupan. Namun nyatanya gak seperti itu. Masih aja aku butuh waktu lebih lama untuk mengerti, memahami dan menyikapi hidup ini. Dalam pikir ku, selalu saja menganggap semua itu rumit. Semua itu gak gampang, dan semua orang punya takdir masing masing yang gak sama. Karena itu lah, yang membuat hidup ini kurang mengerti akan arti kebahagiaan.

Tapi sekarang berbeda. Aku mulai belajar, dan aku mulai mengerti apa arti hidup ini. Ternyata tidak semua hal itu rumit. Bahkan hal yang rumit pun sebenernya tidak serumit yang dikatakan. Dan yang paling penting, mindset harus dirubah bahwa sebenernya, bahagia itu sederhana. Sederhana jika kita selalu berkata cukup dan tidak selalu mencari suatu kesempurnaan.

Pada dasarnya sifat manusia memang terus merasa kurang dan tidak pernah merasa cukup. Karena itu, hidup itu sederhana. Hanya dengan kata cukup semua selesai. Hanya dengan kata cukup, kita bahagia. Sangat sederhana.

Begitu juga dengan ku, mencintaimu merupakan suatu kebahagiaan. Dan memilikimu merupakan suatu impian nyata untukku menuju kebahagiaan. Sangat sederhana.

Aku sadar kita sama punya kekurangan, tapi kita harus tau masih ada nilai lebih dibalik kekurangan itu. Terkadang, kekurangan itu memang terlihat amat lah jelas. Tapi ketika kita melihat kelebihan disekelilingnya, kekurangan itu akan memudar dan hilang. Seperti setetes tinta hitam yang diteteskan pada sebuah air. Awalnya tinta itu amatlah jelas mencolok di atas permukaan air. Namun lambat laun tinta itu akan mulai menyebar, memudar, dan tertutupi oleh kejernihan air. Dengan seperti itu lah kita perlu menyikapinya.

Karena itu, aku menginginkan kebahagiaan yang sederhana. Tanpa mencari kesempurnaan dengan terlalu sibuk mencari cari kekurangan pada dirimu.

KAU adalah bahagiaku. Dan jika AKU adalah bahagiamu, maka KUA adalah bahagia kita.

Selasa, 01 Januari 2013

Sekejap Rasa

Sebenernya gue pengen bahas ini lewat puisi. Tapi gue tau, gak semua orang tuh bisa baca puisi dengan benar. Maksud gue banyak orang yang gak bisa memahami isi puisi dengan benar sesuai dengan apa yang sebenernya pengen disampein oleh penulis. So, gue bahas tema ini lewat coretan simple aja.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Semua kian berkembang, semua kian berubah. Terlihat mulai gak konsisten.
Sebenernya banyak sisi yang perlu dibahas dalam perubahan perubahan ini. Tapi gue cuman pengen bahas perubahan rasa yang sering dialami oleh remaja ataupun anak anak muda pada jaman sekarang ini.
Gue tau diantara lo semua pasti banyak yang udah ngrasaen yang namanya falling in love. Oke kita gak usah munafik dalam hal ini. Karena ini adalah sesuatu yang wajar, yang seharusnya emang harus ada pada suatu waktu yang mungkin setiap orang tidak sama. Hanya saja ada beberapa  diantara kita yang mungkin takut, sehingga ia berusaha sembunyi dalam kesibukannya. Tapi disatu sisi, rasa takut itu juga wajar sih. Karena emang gak semua orang itu beruntung. Jadi (mungkin) ada 9 dari 10 orang pernah sakit karena cinta. Banyak diantaranya yang sakit hati sampai stres, frustasi, bahkan nekat bunuh diri. Dan semoga kita tidak termasuk didalamnya.
Banyak yang bilang kalo mereka gak bisa hidup tanpa cinta, tapi juga tidak sedikit yang bilang kalo mereka bisa mati karena cinta. Ini adalah bukti bahwa bukan cinta yang membuat kita merasa seperti itu. Dan perbedaan pendapat ini jelas jelas membuktikan bahwa kitalah yang berperan sebagai subjek yang mungkin sering salah mengartikan dan sering salah memperlakukan yang namanya cinta. 

Banyak diantara kita yang belum tau apa itu cinta sebenarnya. Sehingga sering kita mengartikan suatu kenyamanan, suatu kecocokan, yang jelas jelas itu hanya sekejap sebagai apa yang dinamakan cinta. Bahkan sering terjadi hanya sekali memandang,  dengan rasa kagum yang muncul sekejap kemudian diartikannya sebagai cinta. Fenomena seperti ini gue yakin banyak yang paham, banyak yang udah mengerti. Tapi mungkin karena ganasnya rasa yang muncul, sehingga kadang membuat kita buta, dan membuat pikiran kita seperti tidak berjalan semestinya. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Kalo gue bilang, jawaban itu ada pada diri kita masing masing. Dan mungkin setiap orang akan berbeda jawaban. Jadi kita yang kenal karakter diri kita masing masing, sehingga kita harusnya bisa mengendalikan, harusnya bisa mengerti, apa yang harus dan tak harus kita lakukan.

Dalam tulisan ini gue cuman pengen ingetin, kenali perasaan lo. Jangan buru buru mengartikan rasa yang muncul sekejap sebagai cinta. Bisa jadi itu hanya rasa kagum kita ataupun rasa nyaman yang mungkin tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Karena gue berani bilang, dengan tingkat keyakinan 99% rasa itu gak akan bertahan lama. Jadi gak seharusnya lo buru buru bilang, buru buru ungkapin apa yang sedang lo rasain. Memang, gak jarang orang yang lo suka juga ngrasaen apa yang lagi lo rasaen. Tapi rasa itu juga sama, sama sama hanya sekejap yang tentu gak akan bisa bertahan lama. Kita paham betul, alasan inilah yang sering terjadi. Alasan inilah yang biasa dilontarkan untuk mengakhiri suatu hubungan. Inget men, perasaan jangan dibuat main main. Mending lo hidup nge-JOMBLO lama dari pada bolak balik lukai perasaan orang lain. Karena sampai sekarang belum ditemukan obat buat ngobatin hati yang patah.

Nah, buat lo yang ngrasa lagi digantungin, jangan ambil kesimpulan dulu sebelum semua terbukti, sebelum selang kepercayaan lo memenuhi dugaan awal. Bisa jadi dia yang lagi gantungin lo belum begitu yakin dengan apa yang dia rasa, dan belum begitu yakin dengan apa yang lo rasa. Kalo gue boleh bilang, itu jauh lebih baik men. Jalani aja seperti itu dulu. Ikatan cuman simbol doang. Toh kalo buru buru terikat trus buru buru putus juga sakit kan ya? (kayaknya sih)
Ya mungkin kurang lebih kaya lo lagi terjun dari pesawat, lo rasain tentramnya terbang diatas awan. Tapi karena kelalaian lo, lo gak bisa buka, lo gak bisa gunain parasut yang lo bawa. Dan akhirnya lo jatuh ditumpukan batu karang. hAhAhA...
Oke, gue tau itu bukan lelucon yang mesti gue ketawain. Tapi setidaknya lo udah punya gambaran. Emang sih, gue belum pernah ngrasaen, tapi berdasar sampel yang gue dapet kebanyakan hasilnya kaya gitu men. So, be careful, itu panas dalam. Eh bukan bukan, itu iklan. Maksud gue hati hati aja ama apa yang namanya sekejap rasa. Bye..

Senin, 24 Desember 2012

Long Distance Relationship

Kali ini gue pengen bahas yang namanya LDR, itu tuh makanan khas Jawa yang dibuat dari singkong. -_____-
Hemm,,gue yakin kalian semua udah pada tau kan? Kalo misalnya belum, kemana aja lu meenn??! Jadi anak muda itu yang gaul meenn!? Kaya elu gaul aja :/
Gue emang gak gaul, tapi gue 4L4Y. PUASS LU?!! #gilak kalo kaya gini terus bisa cepet mati darah tinggi gue# Okay, gak usah banyak cingcong dah. Langsung aja gue jabarin.

eL-De-eR. Kalo diantara kalian masih ada yang mikir itu makanan khas Jawa, mendingan sekarang mandi yang bersih, pakai baju yang rapih, pakai parfum yang wangi, trus abis itu elu naik gedung lantai 25, abis itu lu loncat. #peace men! :p
Soalnya lu ketinggalan jaman banget menn!!

Jadi LDR itu singkata dari "Long Distance Relationship". Yap, hubungan jarak jauh. Sampai sini udah pada ngerti dong? Okay, biar gue jelasin lagi. Fenomena macem ini nih, biasanya terjadi dalam hubungan percintaan. Hahh? Percintaan?? Hahaha, iya. Per-Cin-Ta-aN. Emang sih, kalo udah bahas yang namanya percintaan itu kaya gak ada abisnya. Tau sendiri kan, cinta itu "cerita tanpa akhir". Ceilee,,paham banget lu ciid? Iya dong, kalo masalah yang satu ini gue pakarnya (gaya mode on). Kenapa gue bilang terjadi dalam hubungan percintaan, karena ketika dua sejoli udah meluapkan perasaannya, biasanya mereka akan berhubungan. Watt?? Woy jangan ngeres woy, maksud gue berhubungan disini ya kaya melakukan interaksi yang frekuensinya bisa dibilang lebih. Contohnya kaya sering ketemuan, SMS-SMSan, telpon-telponan, fb-fban, twitter-twitteran, BBMan, WhatsApp-an, aahh..capek. Ntar lah ya kalian tambahin lagi contohnya. Tapi kalian udah pada ngerti maksudnya kan ya? Iya dong, pinteeerrr :p

Nah, ironisnya dalam hubungan itu selalu ada aja yang menjadi penghalang men, yang mungkin itu sebagai barometer seberapa kuat, seberapa besar, seberapa dalamnya cinta dan kesetiaan mereka. Nah, salah satunya ya LDR ini. Dan asal lu tau gue paling gak suka sama dia. Dia yang selalu bikin gue putus sama cewek gue men! Emosi gue! Pokoknya nih ya, gue gak suka, gue benci, gue muak, ahh sebenarnya gue udah gak mau denger ini lagi men. Tapi yaudah, karena gue sayang lu ( lebay banget ) gue gak mau lu juga ngalamin kisah cinta yang amat pahit ini. #tuh kan gue jadi curhat :/
Tapi emang bener men, jujur gue sedih hubungan yang gue bangun, yang gue jaga 2,5 tahun, bisa berakhir cuman gara gara LDR. Sebenernya sih kalo gue boleh berargumen *ceile argumen*, sebenernya semua bukan salah jarak juga sih. Jadi kita gak bisa sepenuhnya nyalahin, atau terus kambing hitamin LDR men. Kasihan kan kambing gak tau apa apa disalahin. #nahlooo :/
Jadi semuanya tinggal kitanya aja sih. Kalo lu emang berani memulai ataupun ngejalanin suatu hubungan, ya berarti lu harus siap dengan segala tetek bengeknya men. #gue juga gak ngerti gue ngomong apaan :D
Maksud gue lo harus konsisten ama pilihan lo. Jadi gak semestinya hanya dengan jarak yang jauh, jarang ketemu, komunikasi kurang lancar, trus semuanya berakhir, enggak!! Anggap ini ujian akhir buat lo. Anggap ini tes terakhir yang harus lo jalanin untuk dapetin pasangan lo seutuhnya. #gilak tinggi banget bahasa gue :D
Karena menurut gue nih ya, kalo misalnya kalian bisa lewatin ini, itu udah gak ada alesan lagi buat ngraguin kesetiaan kalian men.

Okay, kita coba liat sisi positifnya. Coba kalian pikir, kalo misalnya kita pisah jarak sama pasangan kita, kita jarang ketemu sama dia, bukannya dengan gitu kita jadi tambah kangen sama dia? Ya itu artinya, ketika suatu saat kita bisa ketemu kita bakal seneng banget kan? Tapi kalo misal kita tiap hari ketemu, tiap hari selalu ada masalah, selalu ada salah paham, itu justru bikin cepet bosen men. Camkan itu!! #sadis juga gue :p
Dan sebenernya masih banyak sisi positif sisi positif lain. Cuman kadang mindset kita udah penuh dengan sisi negatifnya doang. Dan itulah yang mesti kita ubah!!

Sebenernya cuman 1 kuncinya, percaya. Kalo keduanya uda saling percaya, udah deh gak bakal hubungan kalian berakhir dengan hal sepele ini. Gue sama mantan gue, dulu terbiasa selesein masalah dengan ngomong langsung. Jadi kalo gak ngomong langsung semua gak bakal selese. Nah, giliran jarak jauh, gak bisa ketemu, bisanya cuman lewat SMS atau telpon. Dan itu gak NGEFEK!! Gak bisa selese. Yang ada hubungan kami yang selese. #huhuhu, tragis amat *pukpuk
Ya gini nih, ini gara gara kami masih belum bisa percaya penuh satu sama lain. Okay, dan cukup gue yang ngalamin men. Gue harap lu gak bakal ikutin jejak gue yang suram ini. Mungkin saran gue lo pikir pikir lagi  kalo mau ngejalanin hubungan. Jangan sekali sekali lo mainin perasaan pasangan lo, inget karma men. So, kalo belum bisa ngejalanin bener bener, belum siap dengan resiko resikonya, mending lo tahan dulu. Lo siapin bener bener tuh diri lo. Dan semisal lo udah komitmen, saran gue lo jaga komunikasi kalian men, dan lagi kalian harus saling percaya ;)

Okay, mungkin itu dulu aja kali ya. Gue ucapin selamat ngejalanin yang namanya eL-De-eR buat yang lagi ngejalanin. Gue yakin lu bisa men. gud luck :)

Secangkir embun pagi

Dalam sepi engkau datang
Dalam gelap engkau berlinang
Pagi berselimut tenang
Kau balut dengan kesejukan

Dalam diam kau bicara
Kau tersenyum tanpa luka
Dalam tari kau berdansa
Tunjukkan waktu berikan warna

Kini datang sang mentari
Kau datang dan kau pergi
Kau abaikan ucap salam kami
Dan kau pergi tuk kembali

Setangkai janji yang harus kau tepati
"Secangkir embun pagi"

Minggu, 23 Desember 2012

Jerit Tangis Sebuah Ruang Gelap

Akhirnya ku temukan seekor burung dara cantik, pelipur lara setiap tangis sedu.
Ia terbang kesana kemari, memenuhi ruang sempit dalam pikiranku. Kadang ia mengatupkan dan mengepakkan sayapnya, kemudian sayap lebar itu diam membentang sementara ia tetap tertahan dalam pikiranku. Bagai sebuah tarian indah yang penuh harmoni, kadang menyentak, kadang terdiam dengan lembutnya..

Tapi kini ku lihat berbeda. Ia pucat, ia sakit, dan tak seperti biasa. Memang, ia berusaha tersenyum dalam sakitnya, tapii..... ahh !!
Hampir aku tak kuasa menahan apa yang ia rasa. Seperti tidur dalam tumpukan kapas putih yang tersembunyi ribuan jarum runcing di dalamnya.
Sakit memang ku rasa. Tapi apalah daya? Hanya bisa ku kirimkan doa pada-Nya, berharap bahwa sesuatu itu bakal terjadi dalam ruang kebaikan, dimana tak akan ada tangis di dalamnya.

Daraku...
Kau tau? Ku rasa Jerit Tangis Sebuah Ruang Gelap dalam diri ini. Bukan suatu belas kasihan, Namun ku rasa seperti apa yang kau rasa. Tapi ku rasa kau tak perlu tau ini. Karna aku ingin selalu membuatmu kuat, tegar. Aku ingin selalu melihatmu terbang, terus menari di dalam pikiranku.

Daraku...
Lekaslah sembuh. Ku kan selalu kirimkan doa untukmu. Dan ku ingin kita bisa bernyanyi, dan kau ajak aku terbang bersamamu.