Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Alien Class

Akhirnya selesai sudah 2 semester ini ku jalani bersama dengan teman teman 2A. Ya, Alien Class. Kalo ku ingat rasanya baru kemarin aku mengenal mereka. Canda, tawa, tangis, haru, rasanya semua baru ku rasa. Ahh! Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. Tak terasa apa yang baru saja terjadi cepatlah jadi masa lalu. Masa yang mungkin hanya bisa dikenang, masa yang mungkin akan jadi rindu yang abadi.

Yahh,,aku sadar kehidupan akan tetaplah selalu seperti ini. Yang mana ada pertemuan disitu ada perpisahan. Memang, ini bukanlah sebuah perpisahan akhir. Aku sadar kita masih akan sering bertemu karena kita masih dalam satu kampus yang sama. Kita masih dalam suatu wadah perjuangan yang sama. Tapi percayalah, waktumu, sibukmu, dan teman barumu nanti, pasti akan menggantikan posisiku dalam lukisan kehidupanmu. Aku tau, itu semua bukan karena kamu yang menginginkannya. Tapi memang seperti itulah yang bakal terjadi.

Kini, tiba saatnya kita mengakhiri waktu yang selalu kita pakai bersama. Saatnya kita harus melepas kebersamaan kita 2 semester ini.

Tapi satu hal, aku tak akan melupakan apa yang pernah terjadi padaku saat bersamamu. Mungkin aku bahas aja apa yang mungkin paling teringat.

Mulai dari ketika kita semester 3, dimana aku menjadi koor PJ (penanggung jawab) matkul Praktikum Metode Penarikan Contoh I dengan dosen ibu Atik. Sampai disini mungkin kalian udah pada ingat. Ya! Saat itu ibuknya marah abis abisan gara gara aku bolak balik pindahin ruangan tanpa seijin beliau. Aku masih ingat persis apa yang terjadi saat itu. Mulai dari ekspresi ibuknya ketika marah, sampai ekspresi kalian pada saat itu. Terlihat  antara ekspresi takut sama ibuknya dan ekspresi ngetawain aku. Kayaknya sih. Kekeke

Lanjut, ketika kita sedang belajar matkul Metode Statistik II dengan dosen pakde yulianto. Tau lah ya hoby aku yang sering datang kuliah telat. Yang mana sungguh sangat konsisten aku lakukan. Ketika itu, aku datang kuliah telat saat pakde udah hadir di dalam kelas. Yaa,,biasalah beliau akan memberi punishment bicara dengan menggunakan bahasa inggris pada mahasiswanya yang datang terlambat. Tentu diantara kalian masih banyak yang ingat lah ya, gimana aku mencari cari alasan yang tepat dengan menggunakan bahasa inggris sesuai yang diperintahkan. Hmm,,seperti itulah.

Kemudian lagi (masih pakde), diamana aku yang tiba tiba ditunjuk suruh mengerjakan soal di depan. Padahal yang ku ingat, sebelumnya terakhir beliau bilang soal itu gak usah kita kerjakan. Yaudah saat itu aku asik ngerjain soal yang lain. Eh, tiba tiba pakde panggil namaku suruh kerja soal yang katanya gak usah dikerjakan. Okelah, gak apa apa. Tapi coba kalian ingat kata kata apa yang muncul dari pakde’s lips kepadaku. Sakiiiitttt !! hiks T.T

Padahal bukan cuman itu, sebelumnya pun beliau juga pernah nyuruh aku ke depan, daaann..ya begitulah. Mungkin kita gak usah lah ya buka buka luka lama. Cukup sekali aja. Lumayan suatu saat bisa jadi opsi dongeng buat anak cucu ku sebelum mereka tidur.
Oke, itu tadi beberapa luka lama yang aku sendiri juga bingung harus anggep ini cerita lucu, horor, romantis, atau apa. Mungkin bisa dijadikan inspirasi. #halah

Back to topic

Sebelum kalian jadikan aku sebagai masa lalu, mungkin gak afdhol rasanya kalo aku gak minta maaf terlebih dahulu.

Aku, Pangeran Statistisi (kikikik :D), dengan segala kerendahan hati minta maaf sama teman teman yang mungkin selama kita bersama ada luka yang mungkin telah aku buat. Entah itu dari perkataanku, perbuatanku, tingkah laku ku, semuanya. Semoga kalian berkenan memberikan maaf  padaku. Begitu juga aku yang tentu bakal memafkan kalian kalo memang selama ini ada salah ke aku :))

Aku pasti akan merindukan saat saat bersama kalian. Dengan sohib sohib ku 3 idiot, Ariyan, Febry, dan kalian semua teman teman penghuni Alien Class. Ada si jaim Fahmi, si centil Razy, si galau Silmia, si subur Suci, bahkan sampai miss statistician Theresa. *capek nyebutin satu2*

Sukses buat kita semua. Semoga kita bisa raih mimpi kita, harapan kita, dan tak ada satu pun penghalang dalam setiap langkah kita. Aamiin.

Sampai ketemu lagi dipuncak kesuksesan kita masing masing.

Pangeran Statistisi :))

Sabtu, 11 Mei 2013

SPID



Hidup ini ternyata sangat keras. Ya! Sangat keras, bahkan lebih keras dari apa yang tak pernah terpikir olehku. Mungkin setiap orang akan bertanya-tanya kenapa aku melontarkan statement itu seenak jidatku. Tapi aku tak peduli apa kata mereka. Karena aku yakin mereka akan memihak ku jika mereka tau apa yang tersembunyi dibalik kata-kata yang sempat terucap olehku.
 
Hfyuuuhhh...lelah rasanya ketika ternyata aku pun terjebak dalam mimpi yang gelap. Mimpi yang awalnya punya janji, ternyata hanya menjadi sebuah rayuan gombal yang terlupakan. Mungkin ini lah baru yang namanya hidup. Semua tak semanis daun pepaya. Awalnya, aku hanya seorang anak kampung yang punya mimpi yang besar. Mimpi yang indah, dimana memang tak semua orang punya mimpi yang sama. Hingga tiba saatnya aku percaya padamu. Tanpa berfikir panjang, ku letakkan semua mimpiku dihadapanmu. Ku relakan semuanya mengalir bersama sederet peraturanmu. Tapi apa balasanmu?? Apa yang kau berikan?? Bahkan kau hampir menghancurkan separuh dari mimpiku!!

Sampai sekarang aku masih tak mengerti. Aku tetap belum paham apa yang sebenarnya terjadi. Yang ku tau, kertas ini hanyalah sebuah kertas biasa yang tak tau berapa harganya. Bahkan aku pun tak yakin kertas ini masih ada harganya. Dimana kau tulis permainanmu, kau buat rekayasa dengan tulisan cantikmu. Kini terlihat semakin jelas bahwa permainan kata yang kau buat, itu semakin menyakitkan.

Memang, aku tak bisa menyalahkanmu. Ini hanya karena kecerobohanku yang tak memahami betul sebuah arti, yang terlalu mudah mempercayaimu. Dan ku akui kau memang lebih pengalaman. Ya, tentu pengalaman dalam memanipulasi kata.

Pertama, kau ambil hak kami. Kau ambil harapan kami yang paling besar. Sesuatu yang seharusnya bakal langsung kami dapat, kini kami harus kembali bersusah payah menjadi bagian dari orang-orang yang tentu saja mereka juga akan berupaya keras untuk mendapatkannya. Bukan karena kami takut kalah, kami hanyalah seorang yang menginginkan hak kami yang sudah seharusnya kami dapat. Hak yang seharusnya kami peroleh setelah selesai melaksanakan salah satu kewajiban kami. Ya, tentu dengan peraturan-peraturanmu. Mungkin terlalu munafik jika aku mengatakan disini sangatlah nyaman. Karena faktanya, kau pun buat jantung kami sering berdetak tak karuan. Jadi tolong, berikan hak kamiii !!

Kedua, kau mulai menunda-nunda pendapatan kami. Bahkan ini pun belum jelas antara kau tunda atau kau hapus? Apa kau tak pernah berfikir tentang kami? Apa kau mengharap dari kami mengemis-ngemis kelaparan? Heeiiy..itu juga hak kamii buung !! Jangan kau buat kami semakin terperosok dalam. Tak ada salahnya jika kau mengindahkan kami, kau hargai kami dan kami pun akan menghargaimu.

Aku pun tak paham apakah ini yang terakhir. Atau mungkin baru awal? Tentu aku berharap ini adalah yang terakhir, yang mungkin tak ada yang tau bakal ada hati yang terketuk dan berkenan untuk memberikan semua hak kami.

Dan tentu, aku pun berharap setelah ini apa yang seharusnya cair segera kau cairkan.

Salam hormat dari kami, penuntut hak dan keadilan.

Sekian.

Sabtu, 23 Maret 2013

Teman Curhat


Gue selalu berpegangan pada kata bijak ini, “kalo kita pengen dihargai orang lain, maka kita harus bisa belajar menghargai orang lain.” Artinya kalo kita berbuat baik sama orang lain, maka orang lain pasti juga akan baik juga sama kita. Yah, bisa dibilang juga kalo mereka itu kita anggap maka kita juga bakalan dianggap juga sama mereka.  Nah yang mau gue ceritain disini ada hubungannya sama yang namanya harga-menghargai. Cerita ini berasal dari kisah hidup gue sendiri. Kalo misal ada yang dikurangi atau dilebihin maaf lah ya, namanya juga biar tulisan gue ini agak panjangan.
Sebenernya kalo dipilih, ditimbang dan diamati cerita gue ini gak nyambung sama apa yang gue tulis di atas barusan. Maaf gue cuman pengen terlihat bijaksana aja.

Sebelumnya kayaknya gue perlu mendramatisir dulu cerita gue sama cewek gue. Jadi baru beberapa bulan ini gue jadian sama cewek gue ini. Memang, pendekatan kami bisa dibilang sangat singkat. Hanya dalam hitungan hari status hubungan di facebook kami masing-masing berubah dari yang sebelumnya lajang menjadi berpacaran. Harapan gue sih bener-bener pengen yang terbaik buat kedepannya. Jadi gak cuman main main doang.

Tapii...
Cewek gue ini punya kekurangan yang sering bikin gue makan hati sebenernya. Yah, semua orang tentu punya kekurangan lah ya. Kalo pengen yang sempurna tanpa cacat nyari dimana? Harganya mahal kali yaa? Ah, emang souvenir.

Jadi dia itu kadang masih kaya gak nganggap kalo gue ada. Yah mungkin karena dia udah terbiasa sendiri kali ya, tanpa ada yang komplain tentang apapun yang bakalan dia lakuin. Entah gue jadi yang nomor 2, atau kadang dia tiba-tiba marah. Sumpah gampang banget marah. Parahnya lagi pas gue marah, eh dia malah ikutan marah. Jadi gue malah bingung sendiri waktu itu siapa yang seharusnya marah? Ibaratnya nih ya, kalo gue lagi kebakaran, dia bukannya cepet-cepet lari bawain air, tapi malah dia bawa bensin ikutan bakar gue. Paraaahhh...!!

Bukan gimana, gue ini dari kecil paling anti yang namanya direndahin, disepelein, pokoknya intinya gimanapun gue pengen dihargai. Ada seorangpun yang coba gak hargain gue, ya gue bakalan berontak. Mau dia orang tua, muda, tinggi, pendek, gedhe, kecil, kaya, miskin, cakep, ataupun orang yang punya kedudukan tinggi sekalipun gue pasti gak akan tinggal diem. Minimal hati gue pasti mangkel. Kalo ada yang gak tau artinya mangkel, coba kalian cari dikamus.

Pernah ada temen sekolah gue yang sok kuasa, dia pengen menangan sendiri dan suka nyuruh-nyuruh orang semau kepala dia. Dan sialnya gue terpilih jadi orang yang pengen dia suruh-suruh. Tapi ya karena gue itu gak mau di injek-injek, pengennya dihargain ya gue nolak. Emang dia bokap gue nyuruh-nyuruh seenak jidatnya? Karena dia emang preman sekolahan ya jadinya gue ditantang deh. Tapi walopun badan gue kecil, emang gue takut? Yah terpaka gue ladenin deh. Untung gue pernah ikut latihan bela diri. Akakakak

Jadi begitulah betapa gue gak suka sama orang yang gak hargain gue. Ya kalo gue salah maap, karena mau gimana gue emang kaya gitu orangnya.

Tapi bukan berarti itu jadi alasan ya. Sejauh ini gimana pun sikap cewek gue, gue masih tetep sayang banget sama dia. Karena dari awal gue emang gak pernah main-main. Dan apapun kata orang tentang dia, gue gak peduli. Ya semoga usaha dan harapan gue gak bakalan sia-sia nantinya. Amin.

Oke, kalo bicara lagu nih ya, yang barusan gue tulis di atas adalah intronya.
Sebenernya gue pengen cerita tentang obrolan gue sama salah satu temen gue namanya Ariel. Yah, kami udah kenal cukup lama, dan saat itu kami sedang dipertemukan dalam waktu dan tempat yang gak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Memang cukup lebay.

“gimana, kuliah di Jakarta udah dapet cewek dong ya?” tanya temen gue sambil bercanda.
Gue juga gak tau kenapa, kok temen gue mengawali obrolan kami dengan pertanyaan seperti itu. Padahal masih banyak pertanyaan lain yang bisa buat mengawali obrolan kan ya? Tanya apa kabar kek, atau apa. Tapi it’s okay lah ya..

Dengan bangga gue jawab, “udaahh doong..”
Emang sih itu bukan sesuatu yang harusnya dibanggain, tapi gue sama temen gue ini udah terlanjur akrab dan sama-sama gak mau ngalah. Biasalah anak muda jaman sekarang..

Hmm,,ternyata oh ternyata pertanyaan dia soal cewek gue gak berhenti sampai disitu aja, malahan dia makin nerocos tanya macem-macem soal cewek gue. Udah kaya selebritis dikejar-kejar wartawan aja gue pokoknya.

“cantik gak dia orangnya?” tanya temen gue kepo.

“ya jelas cantik lah, orang gue nya aja ganteng gini” jawab gue spontan.

“cewek gue yang ini gak cuman cantik loh, dia orangnya baik, pinter, ceria, pokoknya super banget lah.” tambah gue sebelum dia tanya macem-macem. Gimanapun gue bakal selalu belain cewek gue dong. Gue juga bakal ceritain yang baik-baiknya aja soal dia. Yah, gue berharap semoga aja temen gue ini gak nanyain sikap cewek gue yang paling gak gue demen yang udah gue bahas tadi. Dalam hati berdoa demikian.

“kampreett!! Beruntung banget lo! Yaudah gue ikut seneng, moga langgeng aja lah yaa..hehe” jawabnya sambil mukul lengan gue.

“haha,,iya dong gue. Lo sendiri gimana, masih sama si Luna?” tanya gue ganti ke dia.

“emmm,,udah enggak nih cuy” jawabnya sedih.

“loh, kenapaaaaa???? Perasaan dulu kalian baik-baik aja.” Tanya gue sambil maksa dia buat jelasin apa yang udah terjadi. Emang kepo banget sih gue saat itu. Tapi yaiyalah, prihatin juga sama temen gue yang satu ini. Perasaan hubungan dia sama ceweknya dulu adem ayem, udah lama lagi, tapi sekarang udah putus gitu aja..kasian

“ya gitu deh pokoknya, ceritanya panjang banget men.” Dia keliatan males banget buat cerita.

“gitu gimana? Masa lu gak mau cerita sama gue? Kali aja gue bisa bantu kan?” jawab gue sambil terus maksa dia buat cerita.

“yah gitu deh, si Luna orangnya sih sama kaya cewek lo itu. Dia itu baik, pinter, ceria, pokoknya juga super banget lah. Tapi sayangnya satu, dia itu gak bisa hargain gue. Masa gue selalu jadi nomor 2. Dia masih milih inilah, itulah, pokoknya gue itu bukan yang utama. Gue ngrasa dia kaya gak peduli kalo misal gue bakalan pergi dari dia. Gue kaya udah gak penting.” Cerita temen gue panjang.

Hah, gila pas banget nih. Kenapa bisa sama banget sama yang gue rasain selama ini yak? Mungkin lagi jamannya kaya gitu kali ya? Yauda ah, bukan saatnya mikirin masalah gue. Yang seharusnya gue lakuin adalah hibur temen gue.

“jadi cuman gara-gara itu? Siapa tau lu cuman salah paham kan? Lagian kalo pun emang bener kaya gitu ya lo omongin lah sama dia nya. Gimana pun manusia juga gak ada yang sempurna kan? Kalo ntar kamu punya yang baru pasti dia juga bakal punya kekurangan kok. Percaya sama gue.” jawab gue usaha hibur dia. Saat itu emang gue ngrasa kaya jadi pak mario teguh. Biarin lah, sekali sekali jadi orang bijak. Walopun cuman bisa ngasih tau orang.

“iya sih, thanks ya sarannya? Lu emang sahabat gue men.” Jawab temen gue sambil senyum.

“iya, sama-sama. Kaya sama siapa aja. Makanya cerita-cerita dong sama gue” jawab gue sambil usaha mencairkan  suasana.

“hahaha,,iya iyaa, lagian kita juga jarang ketemu ini kan.” Saut temen gue.

“jaman sekarang udah canggih, ngobrol gak harus ketemu coy!” jawab gue sok gaul.

“wakakak,,iya iya bawel banget lu kaya nenek-nenek hamil. Gini nih kalo udah punya cewek. Bahagia banget kayaknyaa..jadi ngiri gue.” Cletos temen gue.

“hahahahahaaa....” jawab gue dengan ketawa lepas.

Selesai gue ketawa, tiba-tiba temen gue tanya lagi.

“oh iya, cewekmu gimana? pasti lu gak pernah ngrasa dinomor dua-in kaya gue dong ya?”

Mampus!!

Selasa, 12 Maret 2013

Bahagia itu sederhana ( KAU + AKU = KUA )



Bicara soal hidup mungkin gak bakal ada habisnya.
Hidup bagai sebuah obat nyamuk yang dibakar dan berjalan habis melingkar menuju sebuah titik. Berawal dari ujung yang jelas, dan memiliki ujung akhir yang jelas pula. Namun dalam berjalannya api menuju ujung akhir itu, tentu ada sebuah takdir yang tak seorangpun tau. Dimana takdir dapat menghentikan laju api kapan pun ia mau, kapan pun ia suka, sebelum sampai diujung akhir yang dituju.

Tidak sedikit dari kita mempunyai cita cita yang jelas. Punya angan yang indah, meskipun sangat sederhana. Namun kita sama tau, untuk mencapainya tak semudah membalikkan telapak tangan. Dimana kita bisa melakukannya secepat kedipan mata.
Dan  satu hal yang tentu kita juga sama tau, bahwa dalam hidup ini terdapat ruang yang sangat luas, dimana ada suka, duka, kecewa, benci, bangga, bahagia, ataupun merana. Semua seperti berada dalam satu wadah, dalam ruang yang sama, dan dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu yang jelas. Oleh karenanya, kita perlu belajar bagaimana menata sikap, bagaimana supaya kita tidak salah dalam menyikapinya ketika satu diantaranya terjadi pada diri kita.

Jika dihitung berapa lama aku hidup di dunia ini seharusnya waktu itu sudah lebih dari cukup untuk ku memahami pahit manisnya kehidupan. Namun nyatanya gak seperti itu. Masih aja aku butuh waktu lebih lama untuk mengerti, memahami dan menyikapi hidup ini. Dalam pikir ku, selalu saja menganggap semua itu rumit. Semua itu gak gampang, dan semua orang punya takdir masing masing yang gak sama. Karena itu lah, yang membuat hidup ini kurang mengerti akan arti kebahagiaan.

Tapi sekarang berbeda. Aku mulai belajar, dan aku mulai mengerti apa arti hidup ini. Ternyata tidak semua hal itu rumit. Bahkan hal yang rumit pun sebenernya tidak serumit yang dikatakan. Dan yang paling penting, mindset harus dirubah bahwa sebenernya, bahagia itu sederhana. Sederhana jika kita selalu berkata cukup dan tidak selalu mencari suatu kesempurnaan.

Pada dasarnya sifat manusia memang terus merasa kurang dan tidak pernah merasa cukup. Karena itu, hidup itu sederhana. Hanya dengan kata cukup semua selesai. Hanya dengan kata cukup, kita bahagia. Sangat sederhana.

Begitu juga dengan ku, mencintaimu merupakan suatu kebahagiaan. Dan memilikimu merupakan suatu impian nyata untukku menuju kebahagiaan. Sangat sederhana.

Aku sadar kita sama punya kekurangan, tapi kita harus tau masih ada nilai lebih dibalik kekurangan itu. Terkadang, kekurangan itu memang terlihat amat lah jelas. Tapi ketika kita melihat kelebihan disekelilingnya, kekurangan itu akan memudar dan hilang. Seperti setetes tinta hitam yang diteteskan pada sebuah air. Awalnya tinta itu amatlah jelas mencolok di atas permukaan air. Namun lambat laun tinta itu akan mulai menyebar, memudar, dan tertutupi oleh kejernihan air. Dengan seperti itu lah kita perlu menyikapinya.

Karena itu, aku menginginkan kebahagiaan yang sederhana. Tanpa mencari kesempurnaan dengan terlalu sibuk mencari cari kekurangan pada dirimu.

KAU adalah bahagiaku. Dan jika AKU adalah bahagiamu, maka KUA adalah bahagia kita.

Sabtu, 05 Januari 2013

Pendaman Hati

terdiam
terpaku
lemas
tak kuasa
 ~
berpikir
terpusat
tertunduk
menangis
~
terbangun
berdiri
emosi
~
berlari
teriak
berlari
~
teriak
berlari
teriak 



Selasa, 01 Januari 2013

Sekejap Rasa

Sebenernya gue pengen bahas ini lewat puisi. Tapi gue tau, gak semua orang tuh bisa baca puisi dengan benar. Maksud gue banyak orang yang gak bisa memahami isi puisi dengan benar sesuai dengan apa yang sebenernya pengen disampein oleh penulis. So, gue bahas tema ini lewat coretan simple aja.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Semua kian berkembang, semua kian berubah. Terlihat mulai gak konsisten.
Sebenernya banyak sisi yang perlu dibahas dalam perubahan perubahan ini. Tapi gue cuman pengen bahas perubahan rasa yang sering dialami oleh remaja ataupun anak anak muda pada jaman sekarang ini.
Gue tau diantara lo semua pasti banyak yang udah ngrasaen yang namanya falling in love. Oke kita gak usah munafik dalam hal ini. Karena ini adalah sesuatu yang wajar, yang seharusnya emang harus ada pada suatu waktu yang mungkin setiap orang tidak sama. Hanya saja ada beberapa  diantara kita yang mungkin takut, sehingga ia berusaha sembunyi dalam kesibukannya. Tapi disatu sisi, rasa takut itu juga wajar sih. Karena emang gak semua orang itu beruntung. Jadi (mungkin) ada 9 dari 10 orang pernah sakit karena cinta. Banyak diantaranya yang sakit hati sampai stres, frustasi, bahkan nekat bunuh diri. Dan semoga kita tidak termasuk didalamnya.
Banyak yang bilang kalo mereka gak bisa hidup tanpa cinta, tapi juga tidak sedikit yang bilang kalo mereka bisa mati karena cinta. Ini adalah bukti bahwa bukan cinta yang membuat kita merasa seperti itu. Dan perbedaan pendapat ini jelas jelas membuktikan bahwa kitalah yang berperan sebagai subjek yang mungkin sering salah mengartikan dan sering salah memperlakukan yang namanya cinta. 

Banyak diantara kita yang belum tau apa itu cinta sebenarnya. Sehingga sering kita mengartikan suatu kenyamanan, suatu kecocokan, yang jelas jelas itu hanya sekejap sebagai apa yang dinamakan cinta. Bahkan sering terjadi hanya sekali memandang,  dengan rasa kagum yang muncul sekejap kemudian diartikannya sebagai cinta. Fenomena seperti ini gue yakin banyak yang paham, banyak yang udah mengerti. Tapi mungkin karena ganasnya rasa yang muncul, sehingga kadang membuat kita buta, dan membuat pikiran kita seperti tidak berjalan semestinya. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Kalo gue bilang, jawaban itu ada pada diri kita masing masing. Dan mungkin setiap orang akan berbeda jawaban. Jadi kita yang kenal karakter diri kita masing masing, sehingga kita harusnya bisa mengendalikan, harusnya bisa mengerti, apa yang harus dan tak harus kita lakukan.

Dalam tulisan ini gue cuman pengen ingetin, kenali perasaan lo. Jangan buru buru mengartikan rasa yang muncul sekejap sebagai cinta. Bisa jadi itu hanya rasa kagum kita ataupun rasa nyaman yang mungkin tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Karena gue berani bilang, dengan tingkat keyakinan 99% rasa itu gak akan bertahan lama. Jadi gak seharusnya lo buru buru bilang, buru buru ungkapin apa yang sedang lo rasain. Memang, gak jarang orang yang lo suka juga ngrasaen apa yang lagi lo rasaen. Tapi rasa itu juga sama, sama sama hanya sekejap yang tentu gak akan bisa bertahan lama. Kita paham betul, alasan inilah yang sering terjadi. Alasan inilah yang biasa dilontarkan untuk mengakhiri suatu hubungan. Inget men, perasaan jangan dibuat main main. Mending lo hidup nge-JOMBLO lama dari pada bolak balik lukai perasaan orang lain. Karena sampai sekarang belum ditemukan obat buat ngobatin hati yang patah.

Nah, buat lo yang ngrasa lagi digantungin, jangan ambil kesimpulan dulu sebelum semua terbukti, sebelum selang kepercayaan lo memenuhi dugaan awal. Bisa jadi dia yang lagi gantungin lo belum begitu yakin dengan apa yang dia rasa, dan belum begitu yakin dengan apa yang lo rasa. Kalo gue boleh bilang, itu jauh lebih baik men. Jalani aja seperti itu dulu. Ikatan cuman simbol doang. Toh kalo buru buru terikat trus buru buru putus juga sakit kan ya? (kayaknya sih)
Ya mungkin kurang lebih kaya lo lagi terjun dari pesawat, lo rasain tentramnya terbang diatas awan. Tapi karena kelalaian lo, lo gak bisa buka, lo gak bisa gunain parasut yang lo bawa. Dan akhirnya lo jatuh ditumpukan batu karang. hAhAhA...
Oke, gue tau itu bukan lelucon yang mesti gue ketawain. Tapi setidaknya lo udah punya gambaran. Emang sih, gue belum pernah ngrasaen, tapi berdasar sampel yang gue dapet kebanyakan hasilnya kaya gitu men. So, be careful, itu panas dalam. Eh bukan bukan, itu iklan. Maksud gue hati hati aja ama apa yang namanya sekejap rasa. Bye..